Kepolisian Negara Republik Indonesia
Daerah Jawa Barat
Melindungi dan Mengayomi Masyarakat www.jabar.polri.go.id

Kapolda Jawa Barat
Dr.Drs.H.ANTON CHARLIYAN,MPKN
Inspektur Jenderal Polisi
Lihat Profil
Selamat Datang di Portal Resmi Berita POLDA JABAR : menyajikan informasi yang akurat, terpercaya, dan terupdate.klik WEBSITE POLDA JABAR

Kelabui Anak Merengek Minta Makan Orangtua Masak Batu, Akhirnya Menjelma Rumah Permanen

Kapolres Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahuyu menginisiasi membangun rumah tidak layak huni (rutilahu) yang dihuni Andun Suherman (45) warga Kampung Bolenglang, RT 01/RW 10, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Kab. Cianjur.

Tindakan kapolres tersebut, dilakukan setelah keluarga yang kurang mampu itu sempat memasak batu, untuk menenangkan anaknya yang merengek minta makan hingga tertidur.

“Ada teman yang cerita, suatu ketika dia mampir ke rumah pak Andun dan mendapati istri pak Andun sedang merebus batu. Setelah ditanya alasannya, istrinya pak Andun menjelaskan dia sengaja merebus batu untuk mengelabui anaknya yang merengek terus tidak bisa tidur karena kelaparan, sementara dia tidak punya bahan makanan. Dia bilang ke anaknya, dia sedang merebus makanan tapi belum matang. Sampai akhirnya anak itu ketiduran,” cerita Asep saat dihubungi, Selasa (3/11/2015).

Berangkat dari situlah mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, tergerak dan memberikan bantuan makanan kepada keluarga Andun. Tidak hanya itu, ia kemudian menggalang donasi kepada berbagai pihak untuk memikirkan membangun rumah layak huni.

“Esok harinya, saya dan para perwira Polres Cianjur mengunjungi pak Andun dan keluarganya di rumahnya. Memang sangat memprihatinkan, kami berpikir kalau turun hujan maka akan kehujanan. Disitulah kami sepakat untuk membangun rumah. Hanya saja tanahnya tidak ada, karena pak Andun tidak memiliki tanah,” kata Asep.

Atas inisitifnya, Kapolres kemudian menemui kepala BPN Cianjur untuk mencari tanah. “Dan Alhamdulillah ada warga namanya¬† pak Kilin mau menghibahkan tanahnya 72 meter persegi. Pada saat itu juga, saya bertemu pak Budi manager Perumnas dan beberapa donatur yang akhirnya bersepakat untuk mengumpulkan dana. Pembangunannya sendiri dilaksanakan oleh PT Perumnas yang biasa buat rumah,” jelas Asep.

Pembangunan rumah keluarga kurang mampu itu, awalnya direncanakan selama 45 hari. Namun ternyata lebih cepat hanya dilaksanakan selama 35 hari. “Pelaksanaannya lebih cepat 10 hari, pada akhir Oktober kami telah serahkan langsung ke pak Andun,” katanya.

Kini keluarga yang sempat menanak batu demi menidurkan anaknya yang kelaparan itu, bisa berlega hati bisa menempati rumah yang permanen dibangun oleh donatur atas inisiasi Kapolres Cianjur, Asep Guntur Rahayu.

“Sekarang yang menjadi pikiran saya pekerjaan pak Andun, karena dia tidak punya pekerjaan tetap. Semoga ada yang bersedia mempekerjakannya,” harap Asep.
Minim berkualitas
Syaiful Budiman Kepala Perumnas Cianjur yang dipercayakan untuk melaksanakan pembangunan rumah Andun mengaku, saat itu dirinya “diangkat” menjadi kepala pelaksana pembangunan rumah.

“Kata beliau (Kapolres-red) saya pasti menguasai teknologi pembangunan rumah, ditambah jarak antara tempat pak Andun dengan perumahan yang saya bangun cukup dekat. Saya dipercaya oleh beliau dan rekan-rekan yang lain, untuk menggarap progres pembangunan,” ujar Budi.

Diakui Budi, rumah Andun yang bertipe 36 dibangun dengan anggaran minim namun berkualitas. Ia mengaku, memangkas harga pembangunan rumah itu hingga 50%.

“Memang dan yang terkumpul diserahkan untuk progres pembangunan, harga saya pangkas namun semua material yang dipakai untuk pembangunan itu saya pilih yang terbaik dan bangunannya jelas berkualitas,” katanya

Bisry Mustofa